Sejarah :

Diawali dengan pertemuan antara Dokter H.T. Hanafiah selaku Kepala Dinas Kesehatan dengan Pusdiknakes Depkes Jakarta, maka sekembalinya ke Langsa Dati II Aceh Timur memerintahkan Kabag Tata Usaha untuk memulai rencana kegiatan pendidikan untuk mencetak tenaga Perawat demi mengisi kekosongan tenaga kesehatan yang sangat dirasakan oleh Dati II Aceh Timur terutama ditingkat pelayanan langsung seperti di Puskesmas dan Rumah sakit. Kabag Tata Usaha Dinas Kesehatan Dati II Aceh Timur segera mengambil inisiatif mengumpulkan remaja lulusan SMP/sederajat yang berminat untuk dididik menjadi tenaga perawat kesehatan. Untuk angkatan pertama direkrut dengan iklan dari mulut ke mulut, yang tentu saja syaratnya lulusan SMP dan tanpa testing.

Sekolah Perawat Kesehatan atau disingkat SPK tersebut berdiri sejak tahun 1982 berdasarkan Surat Keputusan Ka. Kanwil Depkes RI Daerah Istimewa Aceh No.019/Kanwil/SK/TU.2/1982 yang dikeluarkan pada tanggal 13 Mei 1982. SK Ka. Kanwil tentang berdirinya SPK di Kota Langsa dalam area Rumah Sakit Umum Langsa itu kemudian dikukuhkan lagi dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RINo.67/Kep/Diklat/Kes/1982 pada tanggal 13 Juli 1982. Berselang dua bulan setelah SK pertama keluar, maka diterbitkan SK pengukuhan. Atas dasar Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI tersebut maka SPK Langsa resmi dibuka pada tanggal 28 Agustus 1982 yang langsung diresmikan oleh Ka. Kanwil Depkes Daerah Istimewa Aceh yang saat itu dijabat oleh dr. H. Yuliddin Away dengan status SPK milik Pemda Aceh Timur.

Dalam perkembangan selanjutnya, SPK Langsa yang meliputi wilayah Aceh Utara – Aceh Timur termasuk Tamiang – Aceh Tenggara, itu diubah statusnya menjadi SPK Depkes Langsa, yang tadinya SPK milik Pemda Aceh Timur menjadi milik Departemen Kesehatan RI dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.439/N/Ienkes/W/IX/1990 terhitung mulai tanggal surat itu dikeluarkan yakni pada tanggal 17 September 1990. Saat itu siswa yang diterima adalah data-data daerah Aceh Utara dan daerah Aceh Tenggara disamping duta Dan, Aceh Timur sendiri. Dimana saat ini wilayah tersebut telah dimekarkan menjadi Aceh Jeumpa, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Subulussalam. Lulusan SPK Depkes Langsa memang tersebar didaerah tersebut hingga kini. Sejak SPK berdiri hingga berubah statusnya menjadi SPK Depkes, secara berturut-turut dipimpin dr. H. T. Hanafiah – dr. T. Rusli, MOH – dr. Nurhayati Nafiah, SpA – drg. T. Azharsyah.

Pada tahun 1996 kampus SPK Depkes Langsa dipindahkan dari lingkungan RSU Langsa ke kampus tetap diatas lahan yang dihibahkan oleh Pemda Aceh Timur yang saat itu dijabat oleh Bapak Zainuddin Mard, yakni di Jalan A. Madjid Ibrahim – Desa Paya Bujok Beuramoe – Langsa Barat. Daerah itu lebih dikenal dengan lingkungan perumahan BTN Seuriget sebagai tetangga kampus SPK Depkes Langsa yang baru. Setelah itu, pimpinan SPK Langsa beralih dari drg. T. Azharsyah kepada Abul Hayat, SKM. MKes.

Sembilan tahun kemudian, jika dihitung sejak SPK berdiri – SPK Depkes Langsa dikonversikan (ditingkatkan) menjadi AKPER Depkes Langsa, yakni pada tanggal 17 September 1999 dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan dan Pengadaan Tenaga Kesehatan Depkes RI No. HK.00.06.1.3.3a28. Tercatat Pimpinan Pertama AKPER Depkes Langsa adalah Bapak Abul Hayat, SKM. M.Kes. Dibawah kepemimpinan beliau lahir pula Program Pendidikan Bidan – A (PPB-A) dan Program Pendidikan Bidan – C.

Tiga tahun kemudian terhitung sejak dikukuhkan SPK Depkes Langsa menjadi AKPER Depkes Langsa, institusi ini dilebur menjadi Program Studi (Prodi) Keperawatan Langsa sebagai bagian dari Jurusan Keperawatan dibawah naungan Politeknik Kesehatan Depkes Nanggroe Aceh Darussalam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1207/Menkes/SK/XI/2001 tertanggal 12 November 2001.

Tahun 2007 pada Prodi Keperawatan Langsa dititipkan 40 orang mahasiswa untuk di didik untuk menjadi Tenaga Ahli Madya Kebidanan. Tahun ini pula (2008) direkrut 60 Calon Mahasiswa untuk D-III Kebidanan yang tentu saja akhirnya perlu dilantik Ketua Program Studi Kebidanan Langsa yang berdampingan dengan Ketua Program Studi Keperawatan yang sudah ada.

Pada tanggal 13 Januari 2011 Program Studi Kebidanan dan Program Studi Keperawatan Langsa masing-masing memiliki ketua Program Studi. Program Studi Kebidanan Langsa dibawah naungan Jurusan Kebidanan Banda Aceh Poltekkes Kemenkes Aceh.

 

Visi Program Studi

Menjadi institusi Diploma III Kebidanan terkemuka di Aceh bagian Timur, dalam menghasilkan bidan yang unggul dibidang penanganan bencana, kompetitif dan islami tahun 2020.

Misi Program Studi

  1. Menyediakan sarana dan prasarana yang berkualitas dan relevan untuk mendukung pelayanan kebidanan berbasis penanggulangan bencana.
  2. Menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran yang terampil dalam asuhan kebidanan berbasis penanggulangan bencana.
  3. Menyediakan sarana dan prasarana yang berkualitas dan relevan untuk mendukung pelayanan kebidanan sesuai dengan standar pendidikan tinggi, berbasis penanggulangan bencana.
  4. Melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam lingkup kebidanan dalam penurunan AKI dan peningkatan kualitas bidan.
  5. Menghasilkan pendidikan yang memiliki daya kompetitif tinggi dalam hal pelayanan kebidanan
  6. Mengembangkan sistem manajemen dan kepemimpinan yang kredibel, transparan dan bertanggung jawab.
  7. Mengembangkan pendidikan Kebidanan untuk menghasilkan lulusan dengan berbasis Islami.

 

Gallery Prodi D-III Kebidanan Langsa

 

  • Nurlaili Ramli, S.SiT Ka. Jurusan Kebidanan

 

Info selengkapnya lihat di website Prodi Kebidanan Langsa