Pelantikan Dan Angkat Sumpah Serta Perpisahan Mahasiswa Program DIII  Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh.

Program Diploma III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh, Selasa 5 September 2017,  menyelenggarakan acara pelantikan dan angkat sumpah serta perpisahan mahasiswa tahun ajaran 2017-2018. Sebanyak 53 mahasiswa mengikuti acara pelantikan dan angkat sumpah serta perpisahan. Pelantikan dan angkat sumpah merupakan awal dimulainya  pengabdian mahasiswa di tengah-tengah  masyarakat, serta awal dimulainya perkuliahan mahasiswa di Program Diploma III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh.

Acara pelantikan, angkat sumpah dan perpisahan dimulai pukul 09.00 dengan persembahan Lagu Indonesia Raya dan Mars Bidan oleh Paduan Suara Mahasiswa, yang diikuti oleh seluruh hadirin.  Hadir pada kesempatan tersebut, para pejabat teras Poltekkes Kemenkes Aceh, antara lain: Direktur Poltekkes Kemnekes Aceh, H. Ampera Miko, DNCom,. MM, PUDIR II Poltekkes Kemnekes Aceh Nasri, S.SiT,. M.Pd, Pudir III Poltekkes Kemnekes Aceh Ir. Ichsan, M.Si, Ketua Jurusan Kebidanan, Ketua Program Studi  DIII Kebidanan, Ketua Program Studi  DIV Kebidanan, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Aceh, Ketua IBI Ranting Poltekkes, Ketua Persatuan Perawat Gigi Indonesia, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Perwakilan BEM Mahasiswa Poltekkes Kemnekes Aceh, rohaniawan dan Orang Tua Mahasiswa serta tamu undangan lainnya.

Menurut laporan Ketua Jurusan  Kebidanan Nurlaili Ramli, S.SiT, MPH, dari 53 lulusan yang di yudisium pada kegiatan tersebut 85% diantara dengan nilai sangat memuaskan serta 15 % memuaskan.

Ditambahkan oleh Kajur Kebidanan, Program Diploma III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh telah memperoleh akreditasi dari  LAMPTKes dengan kategori B. Sebanyak  53 mahasiswa yang dilantik dan diambil sumpahnya telah menyelesaikan studi dan mengikuti ujian akhir dan dinyatakan lulus. Dengan peringkat pertama lulusan terbaik diraih Nazirahtul Aula dengan IPK 3,83, Peringkat Kedua Yolanda Windy Sharah, 3,72, serta Mulia Sari, 3,66 di peringkat ketiga.

Dikatakan Nurlaili Ramli lagi, bahwa  profesi kesehatan, khususnya bidan  memiliki tanggung jawab besar  terhadap  profesi yang  diembannya. Untuk itu diperlukan kesadaran akan tanggung jawab, baik dari segi moral maupun etika guna memotivasi diri  serta berdedikasi  dalam pengabdiannya di tengah-tengah masyarakat.

Pelantikan dan pengambilan sumpah diikuti oleh seluruh mahasiswa tahun ajaran 2017-2018 berjumlah 53 orang yang telah menyelesaikan studi di Program DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh. Dilanjutkan kemudian pengukuhan sumpah yang dilakukan oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Aceh dan rohaniawan. Berikutnya penandatanganan naskah sumpah oleh perwakilan mahasiswa, rohaniawan, Direktur Poltekkes Aceh, dan Ketua Ikatan Bidan Provinsi Aceh Dan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars IBI dan Himne Bidan.

Sementara itu Ns. Syahbandi,  Amd, Kep. S. Kep, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Aceh, dalam sambutannya kepada para bidan yang dilantik dan Angkat Sumpah pada kesempatan tersebut menyatakan belum sepenuhnya menjadi bidan, Karena belum lulus uji kompetensi melalui Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) dan Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) bukan hanya bidan tetapi organisasi profesi dibidang kesehatan lainnya,  uji kompetensi penting bagi bidan karena bukan hanya menyelamatkan ibu tetapi juga bayi, tanggung jawab bidan bukan hanya persalinan tapi menyelamatkan dua nyawa. Karena tingkat kesejahteraan negara terlihat pada kematian bidan ibu pada melahirkan, imbuhnya.

Serta, Syahbandi menambahkan, begitu lulus jangan berharap Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena PNS bukan tujuan utama bidan, sebagaiman yang sudah ditanamkan sejak semester 1 di bangku perkuliahan namun berkaryalah, sehingga dapat membantu masyarakat sebagaiman ikrar dan sumpah yang sudah di ucapkan, serta saling melengkapi dengan bidang profesi kesehatan yang lain dalam menolong masyarakat demi kemaslahatan bersama.

Selanjutnya, Direktur Poltekkes Aceh, H. Ampera Miko DNCom,. MM, dalam  kata sambutannya mengucapkan selamat kepada mahasiswa  yang melaksanakan pelantikan dan angkat sumpah serta perpisahan.

“Pelantikan maupun angkat sumpah tak hanya disaksikan oleh diri sendiri, orangtua maupun keluarga. Tapi juga disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Karena  itu, sebagai konsekwensinya dalam tindakan maupun perbuatan harus sesuai dengan sumpah dan janji tersebut. Tentu saja sesuai dengan bidang  dan profesi yang ada, yakni seorang bidan,” ujar Direktur Poltekkes Aceh.

Dikatakan Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh lagi, “Persiapkan diri dengan kompetensi dengan mencari informasi lengkap tentang ujian tersebut, sehingga tidak menghambat proses mencari pekerjaan. Dalam kesempatan tersebut Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh juga memberika petuah dalam bentuk filsafat yang menjadi modal bagi para peserta yudisium sebagai berikut:

“Iman membuka pintu kepada prestasi, setiap prestasi yang tinggi dicapai harus memiliki iman sebagai pegangan. Seseorang harus optimis pada masa depan, jangan pesimis tetapi jadilah individu yang optimis sesuai bidang dan gapailah masa depan”.

“Terus berjuang dan berbuat untuk kemajuan diri dan profesi”, tandas Direktur.

Pelantikan, angkat sumpah dan ucap janji akhirnya ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin  Ustadz Saifullah, Lc, MA. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan prosesi photo bersama dan acara perpisahan yang sudah disiapkan oleh panitia. (Nas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *